Untuk dapat meraih kesuksesan dalam bisnis, anda harus memiliki karakter khas seorang pebisnis sejati. Seperti apakah karakter pebisnis sejati itu?
Beberapa hari yang lalu saya membuka situs Small Business Administration (SBA) Amerika Serikat, dan menemukan sebuah artikel yang agaknya cukup bisa menggambarkan beberapa karakter seorang pebisnis sejati. Mereka (SBA) menyebutnya sebagai “karakter para pebisnis sukses” karena memang menurut mereka beberapa karakter berikut ini banyak ditemukan pada mereka yang telah meraih kesuksesan bisnis.
Nah, kalau anda mau, anda dapat mengadopsinya ke dalam diri anda. Beberapa karakter tersebut adalah sbb:
1. Gigih
2. Memiliki sifat ingin tahu
3. Memiliki keinginan yang kuat untuk berprestasi
4. Memiliki energi yang tinggi
5. Berorientasi pada sasaran
6. Mandiri
7. Menuntut
8. Percaya diri
9. Berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan
10. Kreatif
11. Inovatif
12. Berpandangan jauh ke ke depan
13. Memegang teguh komitmen
14. Terampil dalam menyelesaikan masalah
15. Toleran terhadap ambiguitas
16. Memiliki integritas yang kuat
17. Sangat bisa dipercaya
18. Penuh inisiatif
19. Memiliki kemampuan untuk menghimpun sumberdaya
20. Memiliki kemampuan yang kuat dalam hal pengelolaan dan
pengorganisasian.
21. Memiliki daya saing
22. Menjadi Agen perubahan
23. Toleran terhadap kegagalan
24. Memiliki hasrat untuk bekerja keras
25. Beruntung
Tampilkan postingan dengan label Materi Entrepreneurship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Entrepreneurship. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Mei 2008
Ubahlah Dunia Mulai dari Mengubah Diri Anda Sendiri
Kita seringkali mengharap dunia untuk berubah, para pemimpin berubah, pemerintahan berubah, masyarakat berubah, keluarga berubah,orang lain berubah ...tetapi sudahkah kita merubah diri kita sendiri? Kita tak akan mampu merubah orang lain jika kita sendiri tak mampu merubah diri kita sendiri. Dan sesungguhnya perubahan yang kita harapkan diawali dari berubahnya diri kita terlebih dahulu.
Seorang atasan menginginkan para bawahannya menjadi disiplin, dan itu tidak akan terjadi jika dia sendiri bukan orang yang disiplin. Sebuah perilaku teladan dari seorang atasan yang disiplin mampu mempengaruhi orang lain / bawahannya untuk mengikuti dan menjadi "sungkan" yang selanjutnya otomatis berubah menjadi displin.
Seorang Leader menginginkan teamnya mempunyai semangat dan etos kerja yang luar biasa, tetapi jika dirinya tidak mempunyai etos dan semangat kerja maka mustahil sebuah the winning team bisa tercipta.
Seorang sales yang berhasil dalam penjualannya, pasti menjadi pemicu bagi rekan-rekan sales yang lain untuk sukses menjual. Mengapa perubahan yang positif dari seseorang bisa mempengaruhi orang lain pula untuk berubah?
Di dalam diri manusia, ada sebuah ruh yang sempurna. Semua manusia mempunyai sebuah bentuk fitrah di dalam dirinya. Dengan adanya fitrah ruh dari Sang Pencipta maka manusia sudah pasti akan mengejar dan mencari sebuah kesempurnaan atau apa yang dianggap sempurna olehnya.
Melihat orang lain berubah menjadi lebih baik, melihat orang lain berprestasi lebih baik, maka fitrah di dalam seseorang akan tergerak untuk mengejar apa yang dianggapnya kesempurnaan. Prestasi adalah kesempurnaan, kekayaan juga bisa dianggap sebagai kesempurnaan,intinya sesuatu yang positif sudah pasti dianggap sebagai kesempurnaan dan orang pasti selalu mengejarnya walaupun masih jauh dari kesempurnaan hidup yang sesungguhnya.
Karena di dalam setiap diri ada fitrah, dan fitrah pasti menggerakkan setiap diri untuk mengejar apa yang dianggapnya sempurna, maka perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Pada saat diri kita mampu berubah ke arah yg lebih baik, pasti dengan sendirinya orang lain akan mengikutinya. Demikian juga jika ada orang lain berubah ke arah yang lebih baik pasti diri kita juga akan terpengaruh olehnya.
Bagaimana anda bisa berubah? Banyak cara untuk membantu anda berubah, karena pikiran anda bisa anda sugesti sendiri untuk berubah. Anda bisa berubah dengan meniru tokoh ideal anda, panutan anda, anda bisa menghypnosis diri anda dengan sugesti-sugesti yang tepat untuk anda. Anda bisa memanipulasi body language anda dengan gerakan-gerakan optimis sehingga semua enzim optimis yang keluar dan mempengaruhi chemistry anda.
Perubahan harus diawali dari berubahnya diri anda sendiri. Perubahan adalah kerja, perubahan adalah aktivitas, baik aktivitas pikiran, aktivitas batin maupun fisik. Dengan perubahan doa akan menjadi nyata, perubahan adalah langkah-langkah untuk merealisasikan doa-doa anda.
Seorang atasan menginginkan para bawahannya menjadi disiplin, dan itu tidak akan terjadi jika dia sendiri bukan orang yang disiplin. Sebuah perilaku teladan dari seorang atasan yang disiplin mampu mempengaruhi orang lain / bawahannya untuk mengikuti dan menjadi "sungkan" yang selanjutnya otomatis berubah menjadi displin.
Seorang Leader menginginkan teamnya mempunyai semangat dan etos kerja yang luar biasa, tetapi jika dirinya tidak mempunyai etos dan semangat kerja maka mustahil sebuah the winning team bisa tercipta.
Seorang sales yang berhasil dalam penjualannya, pasti menjadi pemicu bagi rekan-rekan sales yang lain untuk sukses menjual. Mengapa perubahan yang positif dari seseorang bisa mempengaruhi orang lain pula untuk berubah?
Di dalam diri manusia, ada sebuah ruh yang sempurna. Semua manusia mempunyai sebuah bentuk fitrah di dalam dirinya. Dengan adanya fitrah ruh dari Sang Pencipta maka manusia sudah pasti akan mengejar dan mencari sebuah kesempurnaan atau apa yang dianggap sempurna olehnya.
Melihat orang lain berubah menjadi lebih baik, melihat orang lain berprestasi lebih baik, maka fitrah di dalam seseorang akan tergerak untuk mengejar apa yang dianggapnya kesempurnaan. Prestasi adalah kesempurnaan, kekayaan juga bisa dianggap sebagai kesempurnaan,intinya sesuatu yang positif sudah pasti dianggap sebagai kesempurnaan dan orang pasti selalu mengejarnya walaupun masih jauh dari kesempurnaan hidup yang sesungguhnya.
Karena di dalam setiap diri ada fitrah, dan fitrah pasti menggerakkan setiap diri untuk mengejar apa yang dianggapnya sempurna, maka perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Pada saat diri kita mampu berubah ke arah yg lebih baik, pasti dengan sendirinya orang lain akan mengikutinya. Demikian juga jika ada orang lain berubah ke arah yang lebih baik pasti diri kita juga akan terpengaruh olehnya.
Bagaimana anda bisa berubah? Banyak cara untuk membantu anda berubah, karena pikiran anda bisa anda sugesti sendiri untuk berubah. Anda bisa berubah dengan meniru tokoh ideal anda, panutan anda, anda bisa menghypnosis diri anda dengan sugesti-sugesti yang tepat untuk anda. Anda bisa memanipulasi body language anda dengan gerakan-gerakan optimis sehingga semua enzim optimis yang keluar dan mempengaruhi chemistry anda.
Perubahan harus diawali dari berubahnya diri anda sendiri. Perubahan adalah kerja, perubahan adalah aktivitas, baik aktivitas pikiran, aktivitas batin maupun fisik. Dengan perubahan doa akan menjadi nyata, perubahan adalah langkah-langkah untuk merealisasikan doa-doa anda.
3 Pola Menyikapi Kegagalan
Saya sedang kembali membuka buku Master Your Mind Design Your Destiny karya sang maestro, Adam Khoo. Belajar tiap harinya dengan membuka buku-buku yang terpajang di lemari buku saya saat ini menjadi suatu kewajiban bagi saya untuk sebagai salah satu strategi membangun diri dan bisnis saya sendiri.
Buku ini adalah buku wajib seorang TDA, dari buku ini pula kurikulum pembelajaran TDA dilahirkan, BDSA, yang kemudian sekarang dikembangkan menjadi RBDSAP, yaitu : Reason, Belief, Dream, Strategi, Action dan Pray.
Di setiap langkah berbisnis tidak semuanya berjalan mulus. Pasti saja kita menemui rintangan dan tantangan. Jika kita bisa menyikapi kegagalan yang ada, kesuksesan pun pasti sudah di depan mata. Kegagalan hanyalah bagian dari kesuksesan. Dari kegagalan yang ditemui pastilah banyak pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga.
Di buku ini ada 3 cara menyikapi kegagalan, Adam Khoo mengatakan bahwa yang membedakan mereka yang sukses dengan mereka yang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan adalah bagaimana mereka menyikapi kegagalan. Maksudnya adalah apa yang mereka lakukan jika mereka menemukan kegagalan. Berikut 3 cara atau pola bagaimana kita menyikapi kegagalan :
Pola 1 : Berkilah, menyalahkan orang lain dan menyerahMereka akan mulai mencari pembenaran untuk dirinya sendiri dan menyalahkan segala sesuatu dan siapa saja di sekitar mereka. Merasa tidak berdaya dan frustasi, mereka akan berhenti bertindak dan menyerah. Mereka mengundurkan diri dari tujuan yang menjadi semakin jauh dan hidup serba dalam kekurangan.
“Saya sudah mencobanya sebelumnya dan tidak pernah berhasil!”
Pernahkan punya sikap seperti ini?
Pola 2 : Terus mengulangi tindakan yang sama
Jika mereka tidak mencapai tujuannya, mereka tidak akan berhenti. Mereka akan bertindak lagi. Semboyan di kelompok ini : “Saya gagal karena saya tidak berusaha dengan keras” atau “Jika saya mencoba lagi, saya akan sukses”. Jika mereka menetapkan tujuan yang kecil dan berjangka pendek, mereka mungkin bisa berhasil. Namun jika mereka menetapkan tujuan yang besar dan luar biasa, mereka tidak akan sukses hanya dengan mencoba dan mencoba lagi. Karena, meskipun mereka terus mengulangi tindakan yang sama, mereka tidak mengubah strateginya. Jika kita terus bertindak dengan pendekatan yang sama, kita akan mendapatkan hasil yang sama saja.
Pernah mengalaminya?
Pola 3 : Jadikan umpan balik, ubah strategi, dan lakukan tindakan sampai suksesJadi pola seperti apa yang dimiliki oleh mereka yang sukses?
Pada waktu mereka tidak mencapai tujuan mereka, mereka tidak memikirkan sebagai sebuah kegagalan. Sebaliknya mereka memikirkannya sebagai sebuah umpan balik. Umpan balik tersebut dapat berupa strategi yang mereka gunakan tidak efektif, atau mereka kurang melakukan tindakan. Mereka kemudian menggunakan umpan balik tersebut untuk dengan cepat mengubah strategi dan bertindak lagi.
Mereka terus mengulangi pola ini sampai mendapatkan yang mereka inginkan. Thomas Alfa Edison memerlukan hampir 10.000 kali percobaan sebelum menemukan bola lampu. Ia terlebih dahulu harus menemukan 9.999 strategi untuk tidak menemukan bola lampu.
Seperti ini ‘kah kita?
Saya jadi belajar lagi pagi ini, jadi kita harus rumuskan tujuan atau apa yang kita inginkan secara spesifik, kembangkan sebuah strategi, lakukan tindakan, jadikan kegagalan sebagai umpan balik dan ubah strategi tersebut sampai kita sukses!
Buku ini adalah buku wajib seorang TDA, dari buku ini pula kurikulum pembelajaran TDA dilahirkan, BDSA, yang kemudian sekarang dikembangkan menjadi RBDSAP, yaitu : Reason, Belief, Dream, Strategi, Action dan Pray.
Di setiap langkah berbisnis tidak semuanya berjalan mulus. Pasti saja kita menemui rintangan dan tantangan. Jika kita bisa menyikapi kegagalan yang ada, kesuksesan pun pasti sudah di depan mata. Kegagalan hanyalah bagian dari kesuksesan. Dari kegagalan yang ditemui pastilah banyak pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga.
Di buku ini ada 3 cara menyikapi kegagalan, Adam Khoo mengatakan bahwa yang membedakan mereka yang sukses dengan mereka yang tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan adalah bagaimana mereka menyikapi kegagalan. Maksudnya adalah apa yang mereka lakukan jika mereka menemukan kegagalan. Berikut 3 cara atau pola bagaimana kita menyikapi kegagalan :
Pola 1 : Berkilah, menyalahkan orang lain dan menyerahMereka akan mulai mencari pembenaran untuk dirinya sendiri dan menyalahkan segala sesuatu dan siapa saja di sekitar mereka. Merasa tidak berdaya dan frustasi, mereka akan berhenti bertindak dan menyerah. Mereka mengundurkan diri dari tujuan yang menjadi semakin jauh dan hidup serba dalam kekurangan.
“Saya sudah mencobanya sebelumnya dan tidak pernah berhasil!”
Pernahkan punya sikap seperti ini?
Pola 2 : Terus mengulangi tindakan yang sama
Jika mereka tidak mencapai tujuannya, mereka tidak akan berhenti. Mereka akan bertindak lagi. Semboyan di kelompok ini : “Saya gagal karena saya tidak berusaha dengan keras” atau “Jika saya mencoba lagi, saya akan sukses”. Jika mereka menetapkan tujuan yang kecil dan berjangka pendek, mereka mungkin bisa berhasil. Namun jika mereka menetapkan tujuan yang besar dan luar biasa, mereka tidak akan sukses hanya dengan mencoba dan mencoba lagi. Karena, meskipun mereka terus mengulangi tindakan yang sama, mereka tidak mengubah strateginya. Jika kita terus bertindak dengan pendekatan yang sama, kita akan mendapatkan hasil yang sama saja.
Pernah mengalaminya?
Pola 3 : Jadikan umpan balik, ubah strategi, dan lakukan tindakan sampai suksesJadi pola seperti apa yang dimiliki oleh mereka yang sukses?
Pada waktu mereka tidak mencapai tujuan mereka, mereka tidak memikirkan sebagai sebuah kegagalan. Sebaliknya mereka memikirkannya sebagai sebuah umpan balik. Umpan balik tersebut dapat berupa strategi yang mereka gunakan tidak efektif, atau mereka kurang melakukan tindakan. Mereka kemudian menggunakan umpan balik tersebut untuk dengan cepat mengubah strategi dan bertindak lagi.
Mereka terus mengulangi pola ini sampai mendapatkan yang mereka inginkan. Thomas Alfa Edison memerlukan hampir 10.000 kali percobaan sebelum menemukan bola lampu. Ia terlebih dahulu harus menemukan 9.999 strategi untuk tidak menemukan bola lampu.
Seperti ini ‘kah kita?
Saya jadi belajar lagi pagi ini, jadi kita harus rumuskan tujuan atau apa yang kita inginkan secara spesifik, kembangkan sebuah strategi, lakukan tindakan, jadikan kegagalan sebagai umpan balik dan ubah strategi tersebut sampai kita sukses!
Langganan:
Postingan (Atom)

